NEWS



5 November 2008 20:22 WIB
Jeremy Thomas Dukung Greenviart

Model dan aktor Indonesia Jeremy Thomas (JT), yang populer pada sejumlah sinetron, mendukung kepanitiaan National Greenviart Photofest 2008.  Jefry Dompas, Wakil Ketua Umum Greenviart, mengatakan partisipasi JT secara tak langsung akan memberi dampak tersendiri pada masyarakat penggemar sinetron. “Penyadaran pada warga masyarakat pada isu yang besar, tapi kurang peminat, mau tak mau melibatkan tokoh tertentu di bidang masing-masing,” ujar Jefry.

          Partisipasi JT diawali saat Panitia Greenviart mengadakan pertemuan pembahasan kerja sama dengan pihak managemen Pacific Place.  Saat itu disepakati bahwa Panitia Greenviart akan menyelanggarakan pameran foto di Pacific Place pada 28 November sampai 7 Desember 2008. Foto-foto yang dipamerkan adalah foto pemenang dan sejumlah foto yang diseleksi bersama oleh dewan juri dan panitia.

          JT juga hadir pada jumpa pers Greenviart di Tenda Putih Pacific Place (19/9).  Saat itu JM mengutarakan arti penting para artis memberikan apresiasi pada masalah lingkungan hidup.  “Sebagai tokoh publik, artis punya tempat di hati masyarakat, sehingga artis pun perlu ikut peduli pada aktivitas kemanusiaan seperti ini,” tuturnya. (JL)


Panitia di Kantor Managemen Pacific Place (Kika) : J.P. Soetadi Martodihardjo (Ketua Bidang Acara), Pastor Johanes Mangkey MSC (Penasehat), Jefry Dompas (Wakil Ketua Umum), Jeremy Thomas, Adharta Ongkosaputra (Ketua Umum), Ruth Setyawati (Head of Event & Promotions Pacific Place), A.L. Andi Santoso (Ketua Bidang Teknis), Pastor Edo Besembun MSC (Penasehat), Rudianto Prayatna (Ketua Bidang Organisasi), Devi Maria (Wakil Sekretaris I), dan Jose Lelo (Sekretaris).





5 Oktober 2008 3:51 WIB
Partisipasi Multilintas Masyarakat Indonesia

Dubes Vatikan :

Partisipasi Multilintas Masyarakat Indonesia

 

            Dalam audiensi dengan Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia (Nuntius) Mgr Leopoldo Girelli, 18 Agustus 2008, Panitia Lomba dan Fastival Foto Lingkungan Hidup Nasional 2008, mendapat dukungan moral.  Audiensi ini difasilitasi oleh Provincial MSC Indonesia Pastor Johanes Mangkey MSC, yang menjadi salah seorang penasehat kepanitiaan.

            Dalam sambutan singkat, setelah presentasi dari Ketua Umum Adharta Ongkosaputra, Nuntius mengutarakan bahwa kerusakan lingkungan hidup yang dialami sekarang oleh semua orang, merupakan warisan bermasalah, kepada setiap generasi. Dewasa ini, manusia telah merasakan akibat pemanfaatan sumber daya alam yang mengabaikan aspek pelestarian lingkungan hidup.  Anak cucu kita harus sejak dini mulai berjuang melawan dampak perusakan lingkungan hidup agar mereka dapat bertahan hidup. Dalam konteks ini, foto menjadi sarana yang ampuh (the blessing way) untuk menyadarkan orang tentang realitas yang mengancam kehidupannya sendiri. “Foto bicara tentang berbagai aspek kemanusiaan secara jujur dari masa ke masa,” ujarnya.

            Dubes meminta panitia agar mempromosikan lomba ini seluas-luasnya kepada warga masyarakat, untuk memobilisasi partisipasi multilintas masyarakat Indonesia.  Panitia harus menjadikan lomba ini sebagai aksi bersama masyarakat kendatipun berbeda agama, suku, budaya, dan bahasa. “Umat beriman dari setiap agama di Indonesia memang perlu bersinergi dan bekerja sama mengatasi krisis kelestarian lingkungan hidup. Maka tugas setiap umat beriman adalah menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam keseharian.  Masing-masing orang harus menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan hidup,” urainya dengan diplomatis. (JL)


Panitia Foto Bersama di depan Gedung Kedutaan Vatikan. (Kika) Depan : Adharta Ongkosaputra (Ketua Umum), Lucia Soetanto (Ketua Seksi Humas/Publikasi/Dokumentasi), Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Leopoldo Girelli, Devi Maria (Wakil Sekretaris I), Provincial MSC Indonesia Pastor Johanes Mangkey MSC (Penasehat), Johanes Davis (Anggota Seksi Sana) dan Jose Lelo (Sekretaris). Belakang : Bruder Mathias Santoso MSC (Kabag Managemen Hati Baru), J.P. Soetadi Martodihardjo (Ketua Bidang Acara), Rudianto Prayatna (Ketua Bidang Organisasi), dan A.L. Andi Santoso (Ketua Bidang Teknis).




23 September 2008 5:31 WIB

Peran Sosial INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA

Sejak awal September 2008, pemirsa INDOSIAR dan pendengar RADIO ELSHINTA di seluruh nusantara selalu diingatkan akan keberadaan Lomba dan Festival Foto Lingkungan Hidup Nasional 2008.  Kemitraan antara panitia dan dua media yang berpengaruh ini membuat lomba ini cepat dikenal oleh masyarakat di seluruh nusantara.

Kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA sangat antusias menjadi partner dari panitia lomba dan festival ini.  Apalagi, lomba ini menjadi aksi mobilisasi partisipasi warga masyarakat di tanah air untuk menghargai kelestarian lingkungan hidup melalui fotografi.  Peserta lomba bisa fotografer amatir dan profesional.

             Catatan penting yang menarik dari kontribusi INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA adalah kesediaan mereka memberikan kepada panitia slot iklan gratis setiap hari.  Dengan bantuan ini, panitia bisa menghemat dana promosi Rp 30 juta rupiah untuk sekali pasang iklan di INDOSIAR. Sedangkan di RADIO ELSHINTA, panitia bisa menghemat dana promosi Rp 15 juta rupiah sekali pasang.  Itu berarti Rp 1,8 milyar selama 2 bulan di INDOSIAR dan Rp 900 juta selama 2 bulan di RADIO ELSHINTA.  Angka yang amat raksasa, baik bagi panitia maupun pihak korporasi INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA.

            Lebih dari itu, terutama bagi MAJALAH HATI BARU dan LIONS CLUB DISTRIK 307 selaku penyelenggara lomba ini, dampak publikasi dua media massa itu, yang diperolehnya tentu saja tidak terbatas pada saat beriklan itu saja.  Citra yang terbentuk oleh dua media raksasa itu akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

            Kontribusi ruang bagi iklan pelestarian lingkungan hidup dari media massa seperti itu merupakan sumbangan lebih kongkrit dan sangat berharga bagi mobilisasi gerakan penyelamatan lingkungan hidup daripada sekadar pemberitaan yang hanya sekali siaran dan terbit.  Panitia sangat mengharapkan agar langkah INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA sepatutnya ditiru oleh media massa lain, baik cetak maupun elektronik. Sebab, model sumbangan semacam ini akan menjadi pelengkap dari peran baru media, yang makin banyak dilakukan sekarang ini, yakni melakukan penggalangan dana langsung dari pembaca, pemirsa, dan pendengar.

            Sumbangan INDOSIAR dan RADIO ELSHINTA bagi kepentingan lingkungan hidup kita merupakan wujud tanggung jawab sosial media massa modern. (JL)




18 September 2008 0:22 WIB
Majalah Hati Baru Jadi Mitra National Greenviart Photofest ‘08

Pada 28 Maret 2008, National Greenviart Photofest ’08 (NGP’08) diluncurkan untuk mengisi peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia. Event ini menjadi momentum memobilisasi perhatian dan kesadaran setiap orang untuk memperhatikan lingkungan hidup yang lestari di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, Majalah Hati Baru, yang berpengalaman sebagai media animasi dan perjuangan keadilan-perdamaian-keutuhan ciptaan, menjadi mitra strategis kepanitiaan. Tampak dalam foto adalah inisiator inisiator perdana NGP’08. Mereka berasal dari profesi dan budaya yang beragam, tetapi bersatu untuk Green Art. (ki-ka) Jose Lelo, Rudianto Prayatna, Pastor Eduardus Besembun MSC, F.X. Adharta Ongkosaputra, Pastor Yohanes Mangkey MSC, Joslin Aritonang dan A.L. Andi Santoso


Para Inisiator Perdana